Sabtu, 23 September 2017
Pacaran ala ngaDA NageKEo (Danke)
DEPOK (FLORES nusaIMAN) - Orang muda Katolik (OMK) di ngaDA dan NageKEo (Danke), Kevikepan Bajawa, Keuskupan Agung Ende (KAE) akan menuntaskan kegiatan Danke Youth Day tahun 2017 besok, Minggu (24/9).
Sabtu, 08 Juli 2017
Romo Fransiskus Sare: Berhentilah bersedih bagi yang meninggal
DEPOK (FLORES nusaIMAN) - Setelah 40 hari meninggalnya orang tercinta, keluarga seharusnya tidak lagi bersedih karena pada hari ke-40 arwah mereka yang meninggal akan naik ke surga menghadap Bapa Sang Pencipta, demikian diteguhkan Romo Fransiskus Sare (Romo Fancy) dalam perayaan misa memperingati 40 hari berpulangnya Makarius Alfianus Patty (Fian) belum lama ini.
"Seperti Yesus sendiri yang naik ke surga pada hari ke-40 kematiannya, kita pengikut Kristus mesti juga merayakan penuh sukaria kenaikan arwah saudara-saudara kita yang percaya pada Yesus sebagai Juru Selamat," ujarnya.
Tradisi misa arwah hari ke-40, atau 100 hari, 1000 hari, menurut Romo Fancy, tidak saja dipahami sebagai sebuah tradisi saja. "Hal mendoakan arwah adalah bukti bahwa kita yang masih hidup masih memiliki relasi cinta dengan semua mereka yang telah meninggal," ujarnya.
"Seperti Yesus sendiri yang naik ke surga pada hari ke-40 kematiannya, kita pengikut Kristus mesti juga merayakan penuh sukaria kenaikan arwah saudara-saudara kita yang percaya pada Yesus sebagai Juru Selamat," ujarnya.
Tradisi misa arwah hari ke-40, atau 100 hari, 1000 hari, menurut Romo Fancy, tidak saja dipahami sebagai sebuah tradisi saja. "Hal mendoakan arwah adalah bukti bahwa kita yang masih hidup masih memiliki relasi cinta dengan semua mereka yang telah meninggal," ujarnya.
Jumat, 07 Juli 2017
Liputan Kunjungan Aktivis Katolik Dunia di Flores
DEPOK (FLORES nusaIMAN) - Sekitar 25 aktivis pemuda katolik dunia tiba di Flores kemarin dan akan mengunjungi gereja Katolik di Flores Timur hingga Labuan Bajo (Manggarai Barat). Peserta berasal dari India (7 orang), Eropa (4 orang), Amerika (3 orang), Asia Pasifik (5 orang), Afrika (3 orang), Timur Tengah (1 orang).
Peserta pada umumnya adalah aktivis pemuda katolik di PBB, Unesco, HAM, Perdagangan Manusia (Human Traficking). PMKRI menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini. "Senang karena Bupati dan Ibu, juga masyarakat Flores Timur menyambut kami sangat luar biasa. Flores adalah pintu pembuka untuk kami," kata Ketua PMKRI, Angelo Wake Kako, dalam sambutannya saat gala diner tadi malam. Ketua PMKRI berjanji untuk menghidupkan kembali PMKRI cabang di Flores Timur.
Langganan:
Postingan (Atom)


